Rabu, 15 Juni 2016

Kisah 1

Rabu, 15 Juli 2016

tahun ke 3 puasa di perantauan. entah tahun depan masih ketemu puasa disini atau tidak. berharap sudah tidak lagi.. sudah selesai semua utusan perkuliahan S1 nya
setelah itu mau kemana? pertanyaan yang masih sulit dijawab. ingin sekali rasanya mengikuti sm3t ingin andil mencerdaskan anak bangsa di pedalaman sana.
semoga ini tidak hanya sekedar cita cita dan tulisan belaka. akan selalu berusaha untuk mewujudkannya

terus semangat menggapai cita cita yang mulia 😘😘

Kamis, 26 Mei 2016

"Cerpen" Berusahalah Selagi kau Mampu

Deru suara mobil avanza yang sudah membawanya berjam-jam tak membuatnya tertidur. Kantukpun tak dia rasakan. Bahkan ketika semua penumpang didalam mobil tersebut terlelap dengan mimpi-mimpi indahnya. Kecuali 2 laki-laki yang bergantian untuk mengemudikan mobil. Dilihatnya setiap inchi dari perjalanan yang ia lewati. Tatapannya terliat biasa saja, tapi coba lihatlah lebih dalam. Tatapan itu menyimpan berjuta-juta bahkan milyaran makna dan pertanyaan. Sekalipun kau adalah manusia terpintar di bumi ini, belum tentu bisa menjawab semua pertanyaan dibenaknya.
Dia segera mengambil buku kecil berwarna ungu dan berenda putih dari dalam tasnya. Dibukanya buku tersebut. Dia mulai menulisnya. Sebuah catatan panjang. Sebuah cerita? Ah sepertinya bukan. Tulisannya penuh dengan garis penghubung. Seperti sebuah daftar. Ya! Sebuah daftar tempat yang ia sudah lewati dalam perjalanan panjang kali ini. Ini adalah penentuan akhir dari perjuangan pertamanya. Sebuah peluang emas untuk mencetak catatan baru. Semua orang menginginkan ini, dan kini gadis berjilbab putih ini menjadi 1 dari 5 orang yang beruntung kali ini. Olimpiade Sains Nasional 2015. Mengikuti OSN adalah salah satu mimpinya sejak lama. Dan kini dia sendiri tak percaya, Allah memberikan keberuntungan besar padanya. 2 minggu karantina di Jakarta, 2 hari lain digunakan untuk sedikit menyegarkan pikirannya di jakarta.
Dibukanya lembar demi lembar dalam buku itu, perlahan hingga sampai pada halaman terakhir. Disampul belakang buku itu ada foto dua orang gadis berbaju pink dan hijau yang sedang bermain boneka. Meraka tampak bahagia. Dalam kertas kecilnya menuliskan sebuah kalimat yang kemudian ia tempel di samping foto tersebut. “Hari ini aku mengikuti jejakmu. Aku juga akan membalaskan kekecewaanmu”
Mobil berhenti di pom. Gadis berjilbab putih segera menutup matanya. Berpura-pura tertidur seperti yang lainnya. Sesekali membenarkan posisi tidurnya, seolah-oleh menikmati tidurnya saat ini. “Rena… Rena…” suara itu lagi. Suara yang sering ia dengar akhir akhir ini. Ya, itu suara Bu Lely, guru matematikanya sekaligus pendampingnya pada OSN kali ini. Menurutnya Bu Lely adalah guru terbaik sepanjang hidupnya, mungkin bukan hanya dia tetapi juga teman-temannya.
“SPBU lagi ya bu? Masih berapa jam lagi”
“ya Ren, mungkin sekitar 3 jam lagi kalau ngga macet”
“mana mungkin ini kan Jakarta. Sudah biasa kalau macet” jawab Rena lirih diikuti dengan senyum di bibirnya yang menampakkan lesung pipinya. Lesung pipi inilah yang membuat iri semua orang.
Tak berapa lama. Mobil itu pun kembali melaju dengan cukup kencang. Tak terasa 3 jam berlalu dengan cepat, kini ia sudah sampai di hotel tempat dia akan menginap.ini adalah pengalaman pertama Rena dalam mengikuti OSN sampai tingkat nasional.Rena adalah satu-satunya wakil dari SMPnya. Ya SMP Kartika Putra adalah SMP yang cukup terkenal karena setiap tahunnya selalu ada yang mewakili ke tingkat Nasional. Bahkan pernah ada yang menyambet juara 2 untuk mata pelajaran matematika. Dan kini ia harus berusaha sekuat tenaga agar ia bisa menjadi juara pertama tidak hanya untuk mewujudkan mimpinya selama ini tetapi juga membalaskan kekecewaan kakaknya.
Rena telah bersama teman sekamarnya Amira. Namun baru sekitar 5 menit mereka bersama Amira sudah terlelap dalam tidurnya mungkin karena ia kecapeaan. Berbeda dengan amira, Rena lebih memilih membuka dan menulis di bukunya kembali. Menceritakan semua yang terjadi kepada kakaknya. Rania adalah kakak Rena yang 2 tahun lalu meninggal karena asma kronis yang dideritanya. Dulunya Rania juga salah satu siswa SMP Kartika Putra yang berhasil lolos OSN hingga tingkat nasional. Namun mimpi untuk dapat meyambet juara 1 OSN harus gagal karena saat hari H ia kelelahan dan asmanya kambuh, sehingga ia tidak bisa mengerjakan secara maksimal. Sesampainya dirumah selama seminggu Rania tidak henti-hentinya menangis, setiap kali ada yang menasehatinya ia malah semakin menyalahkan dirinya sendiri, sehingga selama seminggu tidak ada yang berani bercanda atau menertawakan sesuatu dirumah,
Setelah kejadian itu Rania menjadi trauma untuk mengikuti OSN dan prestasinya semakin menurun. SMA ia sempat mengikuti OSN namun hanya sampai pada tingkat Kabupaten saja. Semua orang tidak tahu bahwa sejak OSN tersebut hidupnya telah hancur. Sampai pada 2 tahun yang lalu asmanya kambuh dan semakin parah. Rania berpesan kepada Rena bahwa ia harus belajar lebih giat lagi agar bisa mengikuti OSN sampai tingkat nasional dan membalaskan kekecewaannya. Dan sejak saat itu Rena belajar lebih giat lagi dan berusaha sekuat tenaga dan sampai akhirnya sekarang ia bisa berada disini.
Hari pertama OSN, Rena mengawalinya dengan baik. Dia bisa bergaul dengan teman-temannya. Dia juga bisa mengerjakan soal latiahan awal OSN dengan baik. Dia yang pertama menyelesaikan soal latihan itu pertama kali. Di saat yang lain masih kebingungan, Rena tersenyum puas dengan hari itu. Hari keberuntungannya. Sebuah awal yang bagus untuk memulai.
Hari kedua, ketiga, dan keempat dan kelima berjalan lancar. Sejauh ini semua baik baik saja. Rena tetap bisa mengerjakan soal-soal latihan dengan baik. Dia selalu menjadi yang pertama dalam mengerjakan soal. Bu Lely tersenyum bangga. Sepertinya tahun ini akan menjadi awal terciptanya sejarah baru di SMP kartika Putra. Rena akan memenangkan OSN itu. Dengan kondisinya yang seperti itu, kemungkinan besar dia akan meraih juara OSN.
Rena membuka matanya perlahan, masih dalam tempat yang sama. Artinya ini semua bukan mimpi. Dia memang benar-benar berada di jakatra untuk mewakili sekolahnya dalam OSN tingkat nasional. Rena tersenyum. Seperti kata orang “Awali pagimu dengan senyuman” karena memang, sedikit banyak mood kita saat pagi, banyak mempengaruhi keadaan kita untuk sehari kedepan. Hari ini, tidak ada jadwal latihan, ataupun pertemuan lain. Jadi, hari ini Rena memutuskan untuk berlibur sedikit bersama Amira. Hari ini hari yang cerah. Tidak mendung, tidak juga terlalu panas. Mulanya Bu Lely tidak mengizinkan, tapi karena Rena memohon mohon dengan sangat sungguh-sungguh, akhirnya Bu Lely terpaksa mengizinkan dengan syarat, Rena dan Amira harus kembali sebelum waktu asar.
Jam 8 pagi. Rena dan Amira pergi jalan-jalan berkeliling kota jakarta. Mereka pergi menggunankan trans jakarta. Tidak tau tujuan jelasnya. Hanya berkeliling melihat-lihat ramainya kota jakarta. Rena dan Amira juga mampir ke mall untuk membeli baju. Karena, umumnya harga baju dan barang-barang di jakarta lebih murah daripada daerah lain. Kecuali harga bahan pangan tentunya.
Jam 11 siang, Rena dan Amira berniat pulang, 1 jam perjalanan dan sesampainya di hotel, mereka bisa beristirahat sejenak. Tampaknya mereka sudah lelah. Tapi walaupun begitu, sepertinya mereka sangat senang hari ini. Pengalaman pertama berkeliling sendirian di Jakarta. Halte bus ada di seberang jalan. Hari sudah siang, dan lalu lintas sangat ramai. Hanya menyeberang saja membutuhkan waktu yang lama. Amira yang tidak sabar segera ingin pulang segera menarik tangan Rena, dan memimpin untuk menyeberang. Tapi tiba-tiba kendaraan dengan kecepatan tinggi melaju dari arah selatan dan Braaakk… Amira yang terburu-buru menyeberang tertabrak motor hingga tangannya penuh darah. Tubuhnya terhempas ke jalan. Rena sangat takut. Darah sampai ke tangan Rena, dia hanya diam sampai orang-orang mulai mendekat dan membawa Amira ke rumah sakit. Rena yang panik, langsugn menelepon Bu lely yang sedang berada di hotel. Memintanya dan guru pembimbing Amira segera datang ke rumah sakit.
Malam ini berbeda. Tak ada Amira di tempat tidur. Kosong. 1 kamar ini hanya ditempati oleh Rena. Kejadian tadi membuat Amira harus dirawat di rumah sakit. Rena merasa sangat bersalah. Hari ini dia membuat teman sekamarnya tidak bisa mengikuti OSN. Harusnya tadi mendengarkan nasehat Bu Dewi saja. Tapi apalah saya. Nasi telah menjadi bubur. Amira benar-benar sudah tidak bisa mengikuti OSN besok.
Pagi harinya, benar benar bukan hari yang menyenagnkan. Rena mengawalinya dengan buruk. Dia benar-benar tidak bisa fokus mengerjakan soal. Rena terus memikirkan Amira.

Pengumuman hasil OSN yang ditunggu-tunggu kini sudah tiba. Nama Rena tidak disebut dalam pemenang OSN. Tapi tak apa. Dia mengerti. Rena tidak akan mengulangi kecerobohan dan keegoisannya lagi. Dia akan benar-benar memperhatikan nasehat orang lain. Juga nasehat kakaknya. Dia akan tetap berjuang. Masa depannya masih dalam genggaman.

Minggu, 14 Juni 2015

Pelatihan Pengelolaan Majalah 2015

Bulan Juni ini kami dari LPM Figur FKIP UMS mendapatkan amanah dari Kabagmawa untuk dapat menyelenggarakan sebuah acara yang bertajuk "Pelatihan Pengelolaan Majalah".
Saya sebagai seorang yang dihubungi oleh bagmawa sebenarnya bingung kenapa saya yang tiba-tiba harus dihubungi oleh bagmawa?? menjadi orang yang di kenal oleh pak suryadi... bingung jujur sama acara ini ngga mudeng, ngga ngerti aa maksudnya. dan kenapa kita yang harus ngadain. tapi apapun itu maksud dari acara ini yang penting kami sudah menjalankan amanah yang diberikan kepada kami.
dan Apapun pandangan dari LPM diluar sana mengenai kita, kita akan jadikan angin lalu, karena kami hanya mematuhi apa yang mereka bilang ke kita...
masalah dana PPM saya cukup kaget ketika diberi tahu oleh salah seorang demis. tapi kami tidak ambil pusing soal dana.... karena itu sebenarnya bukan acara kami. maka ngga usah diambil pusing :)
semnagat untuk proker selanjutannya ya :) :) :)



















Kamis, 07 Mei 2015

Seminar Nasional bersama "Asma Nadia" dengan tema "Hati-hati Kesetrum Cinta"


Seminar dilaksanakan tanggal 3 juni 2015 di Auditorium Muhammad Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta
Harga tiket masuk
·         Diamond : Rp. 90.000,- (mendapatkan buku Asma Nadia)
·         Gold         : Rp. 60.000,-
·         Silver       : Rp. 40.000,-
·         OTS         : Rp. 100.000,-
Tiket masuk bisa diambil di kantor LPM Figur UMS, bookstore UMS atau Togamas.
Fasilitas yang didapatkan berupa ilmu, snack, sertifikat, booknote, pulpen, doorprize dan lain-lain
Pemesanan tiket : Fitri (089685058408)
                             Nur Aini (087888528233)
Pembayaran rekening Bank BRI 5839-01-000180-50-9 atas nama Ida Purnamasari

o   Ikuti juga  lomba menulis puisi dimulai tanggal 1 mei – 25 mei 2015

 Syarat dan ketentuan lomba menulis puisi
1.      Tema bebas tetapi mendidik
2.      Puisi hasil karya sendiri yang merupakan imajinasi sendiri dan belum pernah dipublikasikan
3.      Tidak menggunakan kata-kata yang pornografi
4.      Diketik dengan format, jenis huruf TNR 12, Kertas A4, margin top : 4, left: 4, right: 3, bottom: 3 dan spasi 1
5.      Keputusan dewan juri tidak boleh diganggu
Pendaftaran lomba puisi
Biaya pendaftaran Rp. 15.000, pembayaran bisa melalui rekening Bank BRI 5839-01-000180-50-9 atas nama Ida Purnamasari
Atau Kunjungi kantor LPM Figur FKIP UMS (Gedung B lantai 2 sayap utara)
Bisa juga lewat email lpmfigurfkipums@gmail.com  dengan format puisi_(nama)_no hp.
Melalui via email wajib sertakan bukti pembayaran
Ketentuan lebih lanjut  hubungi Laras (085643958535)


Untuk seminar nasional maupun lomba puisi info lebih lanjut kunjungi:
Blog Figur : lpmffigur.blogspot.com
Twitter       : @lpmf_figur

Facebook   : LPM FIGUR

Selasa, 30 Desember 2014

Akhirnya KESETRONGAN SAYA TUMBANG :(



Selasa, 30 Desember 2014
Mungkin ini adalah hari-hari di akhir tahun ’14 yang sedikit menyedihkan. Awal figur periode 2015 yang menyedihkan..
Satu pertanyaan saya ‘Apakah bisa tahun ini saya setrong kembali?’
Tumbangnya saya hari ini karena suatu kalimat yang entah dia dapat dari mana. ‘BANYAK OMONG ngga ADA BUKTI’ kalimat yang singkat tapi maknanya sangat dalam. Bikin sakit. Aku Cuma tanya mbak emang tau ya kerja saya seperti apa selama ini??? Banyak sekali pengorbanan yang saya buat untuk lpm selama ini. Apakah semuanya bukan bukti?? Adanya saya ketika rapat? Apa itu juga bukan bukti?? Apa ya saya jarkom hanya jarkom? Ngga berangkat gitu?? Tidak semua saya lakukan.
Apa selama ini saya suka ngerepotin? Pasti iya! Tapi ketika memang kalian tidak bisa saya akan melakukan itu sendiri.
Apakah jadi sekretaris itu mudah??? Jawabannya tentu tidak. Kamu harus jadi pemimpin kedua yang bener-bener bakoh, iso di andelke, ngga sembarangan ngambil keputusan dan banyak lagi....
Suatu ketika buat kamu mbak yang nulis itu kita buktikan bagaimanakah kerja saya!!! Jangan asal ngomong sembarangan....

Rabu, 12 November 2014

Catatan Kecil di Penghujung Jabatan


Minggu, 9 November  2014….
Mulai terpikir buat ngisi blog lagi, karena sudah lama tidak posting cerita atau motivasi disana
Bermula dari saya memutuskan untuk bergabung dengan LPM Figur. Sebenarnya memang sudah lama suka menulis tapi jauh dari kesan bias… makanya kenapa ikut figur karena pengen bisa nulis…
Hari demi hari saya jalani degan lpm figure sampai pada akhirya saya terpilih jadi seorang “sekretaris umum” walaupun umum 2 tapi buat saya ini adalah sebah anugrah dari Allah untuk saya. Saya tidak tahu apa ynag mereka pikirkan tentang saya, kenapa harus saya padahal saya baru semester 1 itu yang terjadi dibenak saya ketika itu terjadi. Dan apakah saya bisa menjalankan amanah ini ….
Dan pertanyaan itu terjawab seiring berjalannya waktu.. banyak sekali yang saya peroleh dari awal sampai saat ini tentu bukan sekedar pengalaman biasa tapi pengalaman yang luar biasa…
Seorang sekretaris adalah second leader setelah ketua, jadi kita mempunyai arti yang sangat penting juga. Jangan meremehkan sekretaris. Jadi sekretaris harus tahan banting bisa jaga sikap dan tentunya BAKOH SETERONG dengan situasi yang ada.
Pertama kali yang namanya buat sebuah proposal, dan aku ngga ngerti seperti apa itu dan dituntut utuk membuatnya dalam satu malam. Itu adalah salah satu pengalaman yang tak terlupakan tentunya..
Yang paling luar biasa adalah terpilihnya saya sebagai SEKRETARIS 1 PPA FKIP UMS 2013. Melalui serangkaian tes wawancara yang ketat menurut saya dan ini adalah salah satu pengalaman yang luas biasa dalam hidup saya. Mula nya bukan cita-cita jadi salah satu panitia PPA, saya Cuma pegen jadi PMK atau mungkin korlap. Tapi dari dorongan rekan anggota figur kalau boleh sebut nama namanya Ubaed as gubred. Saya disuruh mencoba mendaftar jadi sekretaris PPA padahal ketua as rais menginginkan saya untuk menjadi PMK saja… dan tidak hanya itu, masi ada serangkaian orang (anggota figur juga) yang sepertinya tidak terlalu suka dengan saya mendaftarkan diri sebagai sekretaris.. dan saat  itu saya bilang ke mbak ubaed kalau “ngga usah lah daftar2 seperti itu” tapi dia bilang nggapapa dek coba saja siapa tau masuk tapi juga harus siap-siap paling ngga masuk… saya menuruti apakata dia sampai pada akhirnya hari wawancara itu tiba. Kata mbk ubaed juga terserah kamu aja dek mau dijawab apa ngga usah dipikir yang aneh-aneh sesukamu.. seminggu setelah wawancara itu saya dapati pengumuman bahwa saya terpilih menjadi sekretaris 1 PPA. Jabatan yang tak pernah saya inginkan bahkan saya mimpikan akan saya jalankan. Pertanyaan saya sama apakah saya mampu??? Saya langsung ke kantor figur saya kasi tahu rekan yang disana. Ada mbk rina, mbk utari dan mbak ubaed mereka  senang dan sedikit terharu tentang itu… mereka berpesan kamu bisa dek. Jangan sampai lahanmu dimakan sama yang kedua J sebuah semangat dari teman-teman yang tak akan bernah saya lupakan. Tetapi ada juga teman-teman yang ya malah menceritakan kejelekan bukan kejelekan sih tapi menakut-nakuti. Tapi itu malah membuat saya berpikir bahwa saya pasti bisa. Nama figure ada ditanganku untuk saat ini. Tunjukkan kepada HMP dan UKM lain bahwa ini loh figure mempunyai SDM yang bagus-bagus dan…
Melalui PPA juga saya semakin mengenal senior-senior saya, teman-teman dari jurusan lain, lebuh tau BEM dan DPM tentunya. Berkat PPA saya jadi bisa kenal mas faith dan mas endra sehingga lebih mudah mencari tanda tangan proposal. Hehhee
Thanks PPA sudah membuat saya menjadi salah satu orang penting diantara semuanya kepanitiaan PPA. Ini sebuah pengalaman yang tak terlupakan tentunya..
H-… saya akan menanggalkan jabatan saya sebagai sekretaris umum. Banyak sekali pengalaman dan pelajaran yang saya dapatkan. Thanks figur. Bukan hanya sekedar sebagai organisasi tetapi juga keluarga kedu saya..
Dan saya bangga jadi bagian LPM FIGUR FKIP UMS J